![]() |
| BRI BO Ngawi edukasi pedagang pasar besar Ngawi melalui sosialisasi CBP rupiah dan digitalisasi transaksi. |
Ngawi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Ngawi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah atau CBP Rupiah serta Digitalisasi Transaksi kepada para pedagang Pasar Besar Ngawi pada Rabu, 22 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Pasar Besar Ngawi tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi serta sebanyak 25 pedagang Pasar Besar Ngawi. Materi sosialisasi disampaikan oleh perwakilan Tim Funding, jajaran Operasional Layanan, serta Kaunit BRI Unit Pasar Besar BRI Branch Office Ngawi.
Dalam kegiatan tersebut, para pedagang mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali keaslian uang Rupiah, memperlakukan dan merawat uang dengan baik, serta mengurangi risiko menerima uang palsu maupun uang rusak dalam transaksi sehari-hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara para pedagang dengan perwakilan BRI Ngawi. Salah satu pedagang menanyakan cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko menerima uang palsu atau uang dalam kondisi rusak.
“Kami sebagai pedagang setiap hari menerima banyak pembayaran secara tunai. Bagaimana cara mengurangi risiko menerima uang palsu atau uang yang sudah rusak?” tanya salah satu peserta.
Menanggapi pertanyaan tersebut, perwakilan jajaran Operasional BRI Ngawi menjelaskan bahwa pedagang perlu meningkatkan ketelitian dalam mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Para pedagang juga diimbau untuk menjaga kondisi uang dengan tidak melipat secara berlebihan, mencoret, membasahi, menstaples, atau melakukan tindakan lain yang dapat merusak fisik uang.
Selain mengenali keaslian dan menjaga kondisi Rupiah, perwakilan Tim Funding BRI Ngawi mengarahkan para pedagang untuk mulai memanfaatkan transaksi digital melalui QRIS dan layanan merchant BRI. Penggunaan transaksi digital dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai sekaligus meminimalkan risiko menerima uang palsu, uang rusak, kesalahan penghitungan, dan kehilangan uang.
“Salah satu cara untuk mengurangi risiko dalam transaksi tunai adalah dengan menerima pembayaran melalui QRIS. Transaksi menjadi lebih mudah, aman, cepat, dan tercatat sehingga dapat membantu pedagang dalam memantau hasil penjualan,” jelas perwakilan Tim Funding BRI Ngawi.
Pedagang lainnya kemudian menanyakan apakah QRIS BRI hanya dapat digunakan oleh pembeli yang memiliki rekening atau aplikasi BRImo.
“Kalau pembeli menggunakan aplikasi bank lain atau dompet digital, apakah tetap bisa melakukan pembayaran melalui QRIS BRI?” tanya peserta lainnya.
Perwakilan BRI Unit Pasar Beras menjelaskan bahwa QRIS dapat digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan dan dompet digital yang telah mendukung layanan QRIS. Dengan demikian, pedagang cukup memiliki satu kode QR untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran.
Dalam sesi berikutnya, salah satu pedagang juga menanyakan cara memastikan bahwa transaksi dari pembeli telah berhasil diterima.
“Bagaimana cara memastikan pembayaran dari pembeli sudah berhasil masuk ke rekening pedagang?” tanya salah satu peserta.
Menanggapi pertanyaan tersebut, perwakilan BRI Ngawi mengingatkan pedagang agar tidak hanya melihat bukti pembayaran atau tangkapan layar dari pembeli. Pedagang harus memastikan bahwa transaksi telah berhasil melalui notifikasi atau riwayat transaksi pada aplikasi maupun sistem merchant yang digunakan.
Melalui sesi diskusi tersebut, para pedagang mendapatkan pemahaman yang lebih praktis mengenai risiko transaksi tunai dan manfaat transaksi digital. QRIS dapat membantu pedagang mengurangi kebutuhan menyediakan uang kembalian, menghindari risiko menerima uang palsu, mengurangi penyimpanan uang tunai dalam jumlah besar, serta memudahkan pencatatan transaksi dan hasil penjualan.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BRI Branch Office Ngawi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus mendorong penerapan transaksi digital di lingkungan pasar tradisional. Melalui sosialisasi tersebut, para pedagang Pasar Besar Ngawi diharapkan semakin memahami cara menggunakan dan menjaga Rupiah dengan baik serta mulai memanfaatkan QRIS dan layanan merchant BRI untuk mendukung transaksi yang mudah, aman, cepat, dan efisien.(rls/ny*)
