Ponorogo – Pembangunan jembatan di Dukuh Bibis, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo yang menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan.
Seiring dengan selesainya sebagian besar pekerjaan konstruksi utama, berbagai peralatan pendukung yang sebelumnya digunakan selama proses pembangunan mulai dipindahkan dari lokasi kegiatan.
Pada kegiatan yang berlangsung hari ini, sejumlah anggota Satgas TMMD bersama warga setempat bergotong royong memindahkan mesin concrete mixer atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai mesin molen ke pinggir jalan. Peralatan tersebut tidak lagi digunakan karena pekerjaan pengecoran telah selesai dilaksanakan.
Pemindahan dilakukan atas arahan Kepala Dusun Bibis sebagai bagian dari upaya menata kembali area kerja agar proses penyelesaian pembangunan dapat berjalan lebih efektif. Minggu (9/9/26).
Beberapa personel Satgas TMMD tampak bekerja sama mendorong mesin molen yang memiliki ukuran cukup besar menuju lokasi yang aman dan tidak mengganggu aktivitas pembangunan. Setelah disisihkan dari area proyek, mesin tersebut selanjutnya akan dikembalikan kepada pihak persewaan yang selama ini menyediakan peralatan pendukung pembangunan jembatan.
Tokoh masyarakat sekaligus sesepuh Dukuh Bibis, Ponimin (64), mengatakan bahwa warga tetap berpartisipasi aktif membantu berbagai pekerjaan yang masih berlangsung di lokasi pembangunan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program TMMD yang selama ini memberikan banyak manfaat bagi warga.
"Saya membantu bapak-bapak TNI menyisihkan mesin molen karena tidak digunakan lagi. Mesin ini disisihkan dari lokasi pembangunan jembatan agar tidak mengganggu perataan jalan dan perbaikan saluran air pembuangan," ujar Ponimin.
Ia menjelaskan, setelah pekerjaan pengecoran selesai, fokus kegiatan saat ini beralih pada tahap penyempurnaan sarana pendukung, termasuk perataan badan jalan dan pembenahan saluran drainase di sekitar jembatan.
Karena itu, area kerja perlu dibersihkan dari berbagai peralatan yang sudah tidak digunakan agar proses finishing dapat dilakukan dengan lebih leluasa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana gotong royong masih menjadi pemandangan utama dalam pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Bulu Lor. Anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD bekerja berdampingan dengan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai sasaran fisik yang telah direncanakan.
Kebersamaan tersebut terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pembangunan konstruksi utama hingga proses penyelesaian akhir.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Dukuh Bibis dengan kawasan sekitarnya menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sehari-hari.
Selain pembangunan fisik, program TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Desa Bulu Lor. Berbagai penyuluhan dan kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan selama program berlangsung dinilai mampu menambah wawasan serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Kehadiran program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui budaya gotong royong yang terus terpelihara.
Seluruh sasaran yang dikerjakan, baik fisik maupun nonfisik, diarahkan untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat Desa Bulu Lor sekaligus mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Dengan progres pekerjaan yang telah memasuki tahap akhir, masyarakat berharap seluruh sasaran TMMD ke-129 dapat segera dituntaskan sesuai jadwal.
Penyelesaian pembangunan jembatan dan sarana pendukung lainnya diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Bulu Lor serta menjadi salah satu hasil nyata kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.(pam*)
